Penipuan Black Money di Jakarta, Warga Korea Rugi Hingga 100 Ribu Dolar

Kasus penipuan dengan modus black money kembali terjadi di Jakarta, menargetkan warga asing dan menyebabkan kerugian besar.

2026-04-03 08:43

Kasus penipuan dengan modus yang dikenal sebagai black money kembali terjadi di Jakarta dan menimbulkan perhatian serius dari pihak berwenang. Seorang warga negara Korea dilaporkan mengalami kerugian hingga 100 ribu dolar Amerika setelah menjadi korban dari skema penipuan yang terorganisir. Kasus ini menunjukkan bahwa metode lama masih efektif digunakan oleh pelaku kejahatan dengan pendekatan yang semakin canggih dan meyakinkan.

Menurut laporan kepolisian setempat, pelaku mendekati korban di pusat perbelanjaan dan secara perlahan membangun hubungan kepercayaan. Setelah beberapa kali pertemuan, korban ditawari peluang investasi dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Pelaku kemudian memperkenalkan konsep uang hitam yang disebut dapat diubah menjadi dolar asli dengan bantuan bahan kimia khusus.

Untuk meyakinkan korban, pelaku melakukan demonstrasi dengan mencampurkan beberapa lembar uang asli dengan kertas hitam yang diklaim sebagai uang yang disamarkan. Hasil demonstrasi tersebut membuat korban percaya bahwa metode tersebut benar-benar bekerja. Kepercayaan ini kemudian dimanfaatkan untuk meminta sejumlah uang dengan alasan biaya bahan kimia, pengiriman, dan administrasi.

Dalam beberapa bulan, korban terus mentransfer dan menyerahkan uang kepada pelaku hingga total kerugian mencapai lebih dari 100 ribu dolar. Namun setelah hasil yang dijanjikan tidak pernah terealisasi, korban akhirnya menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Polisi berhasil menangkap dua tersangka yang merupakan warga negara asing dan masih memburu satu pelaku lainnya yang diduga melarikan diri. Dari hasil penggerebekan, ditemukan sejumlah barang bukti seperti kertas hitam, cairan kimia, koper, dan perangkat komunikasi. Pihak berwenang memperingatkan masyarakat, terutama warga asing dan pelaku bisnis, untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa penipuan dengan modus lama tetap relevan dan bahkan semakin berbahaya ketika dikombinasikan dengan manipulasi psikologis yang kuat. Aparat keamanan mengimbau agar setiap orang segera melapor jika menemukan indikasi penipuan serupa, serta tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan instan yang tidak memiliki dasar logis.