Korea vs Australia: Mana yang Lebih Banyak Menabung?
Meski gaji di Australia lebih tinggi, pekerja Indonesia sering menabung lebih banyak di Korea karena biaya hidup lebih rendah.
2026-03-30 13:41
Banyak orang mengira Australia selalu lebih menguntungkan karena gajinya lebih tinggi dibanding Korea Selatan. Namun jika dilihat dari sisi tabungan nyata, hasilnya bisa berbeda. Faktor penentu bukan hanya pendapatan, tetapi juga biaya hidup sehari-hari.
Di Korea Selatan, pekerja umumnya mendapatkan fasilitas seperti tempat tinggal murah atau gratis serta makan dari perusahaan. Hal ini membuat pengeluaran bulanan relatif rendah, sering kali hanya sekitar 300 hingga 700 ribu rupiah. Dengan gaji sekitar 2 hingga 2,5 juta rupiah per bulan, sebagian besar penghasilan bisa disimpan.
Sebaliknya di Australia, meskipun gaji bisa mencapai 3 hingga 5 juta rupiah per bulan, biaya hidup jauh lebih tinggi. Sewa tempat tinggal, makanan, dan transportasi dapat menghabiskan sekitar setengah hingga lebih dari pendapatan. Akibatnya, jumlah uang yang bisa ditabung sering kali lebih kecil dibanding di Korea.
Dalam perhitungan tahunan, pekerja di Korea bisa menabung sekitar 18 hingga 22 juta rupiah, sementara di Australia sekitar 12 hingga 18 juta rupiah tergantung gaya hidup. Ini menunjukkan bahwa negara dengan gaji lebih tinggi belum tentu memberikan hasil tabungan terbaik.
Kesimpulannya, Korea lebih unggul untuk tujuan menabung karena biaya hidup rendah dan sistem kerja yang mendukung. Sementara itu, Australia lebih cocok bagi mereka yang mencari pengalaman internasional, fleksibilitas kerja, dan peluang eksplorasi meskipun tingkat tabungan tidak selalu maksimal.